Tampilkan postingan dengan label lain-lain. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lain-lain. Tampilkan semua postingan

Selasa, 31 Desember 2024

Capai Resolusi 2025 dengan Metode SMART

Foto oleh Matheus Bertelli: https://www.pexels.com/id-id/foto/29509442/
Setiap akhir pergantian tahun, selalu ada hal yang menjadi refleksi tentang pemaknaan hidup seseorang atas apa yang sudah dicapai dan belum terlaksana. Terlebih, harapan-harapan itu yang mungkin terlalu tinggi sehingga sulit untuk diraih. Melewati waktu setahun penuh yang dilakukan dengan banyak hal namun tidak selalu sejalan dengan yang diharapkan mungkin memberi bekas luka dan kesedihan karena tidak sesuainya antara harapan dengan apa yang didapatkan. Namun demikian, tidak perlu terlalu berlarut untuk meratapi setiap kesempatan yang hilang dan mulai kembali merajut benang-benang harapan dimasa yang akan datang. Agar tujuan ditahun berikutnya tidak menjadi penyelesan kembali, coba menerapkan metode yang smart sehingga harapan ditahun yang akan datang lebih maksimal untuk dituntaskan.

Sebuah metode yang dikembangkan oleh George T Doran memperkenalkan konsep SMART dengan cara specific, measurable, achievable, relevant, dan Time-Bound. George T Doran yang merupakan direktur perencaan Amerika serikat pada tahun 1981 ini sukses mengimplementasikan perencanaan yang dapat membantu seseorang untuk memikirkan langkah yang diambil sehingga tujuan yang diharapkan dapat terlaksana dengan baik. Struktur dan konsep SMART sangat membantu dalam membuat perencanaan yang mendalam.

Berikut penjelasan langkah SMART yang dapat kalian terapkan.
1. Specific 
Menjelaskan bahwa tujuan yang ingin dicapai harus benar-benar spesifik agar tidak mengambang sehingga akan lebih mudah dan memfokuskan upaya yang dipunya pada tujuan yang jelas. Pikirkan apa yang ingin kamu ubah dan tuliskan dengan rinci. Sebagai contoh, "di tahun 2025 saya ingin turun berat badan 10 kg dari berat saya saat ini." Maka kita sudah punya tujuan yang jelas tahun depan berat badan turun 10 kg saat ini. Angka 10 kg memberikan gambaran spefisik terhadap apa yang ingin dicapai.
2. Measurable
Measurable berarti dapat terukur yang mencerminkan tujuan tersebut bisa kita capai dengan cara melacak atau memantau setiap kemajuannya. Misalnya menginginkan turun berat badan 10 kg maka progresnya bisa dipantau setiap satu bulan bisa turun sampai 1 kg sehingga menjelang tahun berakhir bisa mencapai penurun 10 kg berat badan.  
3. Achievable
Kita harus memahami bahwa diri kita punya keterbatasan sehingga harus menyadari bahwa keahlian, kapasitas, maupun perilaku kita harus benar-benar dipahami terlebih dahulu agar tujuan yang ingin dicapai tidak menyulitkan. Jika tujuan yang ingin dicapai terlalu jauh dari standar diri kita, berkemungkinan tujuan tersebut tidak akan tercapai. Namun, jangan pula menetapkan tujuan dibawah standar diri kita karena bisa menurunkan "api semangat" kita sendiri. Mari lihat kembali contoh penurun berat badan 10 kg dalam setahun, apakah kita mampu mencapainya? atau perlu diturunkan ke 5 kg saja? atau justru sumber daya kita bisa mencapai lebih dari 10 kg? Catatan penting untuk poin ini, pastikan sumber daya kita bisa membantu pencapaian misalnya berupa punya waktu luang untuk ke gym atau olahraga atau punya sumber makanan bernutrisi.
4. relevant
Membuat sebuah resolusi haruslah sejalan dengan nilai-nilai ataupun prioritas yang ingin kita kejar pada tahun tersebut. Apa nilai yang ingin kamu harapkan dengan turun berat badan? Apakah memberikan makna pada hidupmu atau sekedar gaya-gayaan semata? Relevan memberikan arah agar resolusimu tidak hanya sebagai poin ceklist semata, tetapi memiliki imbas yang besar bagi pencapaian yang lebih mendalam. Jika selama ini kamu mudah sakit dan absen ke kantor, berat badanmu mengganggu performance kerja, maka menurunkan berat badan dengan pola hidup sehat sepertinya relevan untuk memberikan makna dalam pekerjaanmu yang tentu lebih penting daripada sekedar gaya-gayaan. Memiliki resolusi yang relevan pada hal yang lebih bermakna akan memberikan energi lebih untukmu menyelesaikan tujuan tersebut. 
5. Time-Bound
Resolusi yang baik seharusnya bisa diselesaikan tepat waktu. Maka kamu perlu menentukan kapan harus memulai dan kapan harus berakhir. Target waktu yang tepat dan realistis menjadi pedomanmu sepanjang mengerjakan setiap resolusi yang ingin dicapai sepanjang tahun 2025. Menentukan waktu dapat menggunakan alat bantu seperti jurnal yang berperan menjadi timekeeper agar perjalananmu mencapai resolusi tepat pada waktunya. Agar tidak membosankan, bisa membagi waktu ke dalam beberapa fase dan memberikan penghargaan di tiap fase tersebut. Sebagai contoh, buatlah empat buah kado dan setiap 3 bulan apabila mencapai penurunan berat badan 2,5 kg maka kamu boleh membuka satu kado, apabila gagal kado tersebut akan didonasikan. Hal ini akan lebih memacumu untuk terus searah dengan waktu yang ditargetkan.

Metode SMART hanyalah salah satu cara mencapai resolusi agar tidak mengulang kesalahan yang sama pada tahun sebelumnya. Semua pencapaian yang akan diraih ditahun mendatang adalah murni dari hasil kerja kerasmu. Maka, pergunakanlah waktu yang akan datang dengan baik, semoga resolusi 2025 kamu bisa tercapai.



 

Selasa, 06 Juni 2023

Even WWDC 2023 Apple meluncurkan produk apa?

Produk Apple (Pixabay/Pexels)

Ajang tahunan Worldwide Developer Conference atau WWDC 2023 baru saja digelar oleh Apple.  Even developer tahunan ini diselenggarakan pada 5-9 Juni 2023. WWDC menjadi ajang tahunan yang dinantikan oleh para pengembang, penggemar teknologi, dan insan industri untuk melihat-lihat pembaruan perangkat lunak terbaru, peluncuran produk, dan kemajuan teknologi dari Apple. 

Kamis, 18 Mei 2023

Sea Games 2023 Usai, Begini Nasib Para Atlet Indonesia

Timnas Indonesia meraih medali emas Sea Games 2023
Timnas Indonesia meraih medali emas Sea Games 2023 (pssi.org)

Pagelaran pentas olahraga se-Asia Tenggara atau Sea Games ke-32 telah usai. Kamboja selaku tuan rumah menyelenggarakan pesta penutupan di Stadion Morodok Techo, Phnom Penh pada Rabu 17 Mei 2023 yang menampilkan sejumlah pertunjukkan seni.

Jumat, 12 Mei 2023

Senin, 08 Mei 2023

Nokia Bangkit Tak Kenal Menyerah

 

Ilustrasi telepon selular atau ponsel (Unspalsh/Eirik Solheim)

Serbuan ponsel Android dan iPhone membuat nokia melepas tahtanya sebagai raja ponsel dunia. Kini, Nokia telah bangkit dengan bisnis dan identitas barunya.

Jumat, 05 Mei 2023

Rabu, 04 Januari 2023

Training of Trainer Lintas Instansi bagi Aparat Penegak Hukum

 LATAR BELAKANG

Anak merupakan anugerah Tuhan Yang Maha Esa dan tidak dapat dipisahkan dari keberlangsungan hidup manusia dalam sebuah bangsa dan negara. Keberlangsungan hidup Anak menjadi peran vital tegak dan majunya suatu bangsa karena ditangan mereka masa depan bangsa dan negara dilanjutkan. Sebuah ungkapan menyatakan “Majunya sebuah bangsa dapat dilihat dari bagaimana bangsa tersebut memperlakukan anak-anak mereka.”

Indonesia sebagai bangsa dan negara yang berdaulat menjadikan anak sebagai prioritas dalam Rencana Pembangunan Nasional oleh Bappenas. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Kementerian Pemuda dan Olahraga dengan beragam program kebijakan berupaya untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang layak anak, meningkatkan SDM yang berkualitas dengan melibatkan partisipasi anak.

Selain itu, Indonesia sebagai negara hukum pun tak lepas peran untuk memberikan ruang bagi keberlangsungan anak yang terlibat pada kasus-kasus pelanggaran hukum. Sebagai bagian dari negara yang tergabung dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa, Indonesia turut meratifikasi hak-hak Anak yang termuat dalam Konvensi Hak Anak, melegitimasi menjadi aturan negara yang tertuang dalam bentuk Undang-Undang.

Masalah hukum yang dilakukan anak kerap kali menyudutkan pihak anak yang melakukan pelanggaran. Kerap kali anak diabaikan pendapatnya, diskriminasi, bahkan mendapat perlakuan yang tidak baik karena dianggap lemah dan tidak mampu melawan. Pidana penjara pun turut memberikan efek yang bertentangan dengan hak anak karena dapat membuat anak sulit untuk tumbuh dan berkembang dan memungkinkan anak untuk mempelajari kejahatan yang lebih buruk karena komunikasi di dalam penjara. Untuk itu, dalam melindungi hak anak selama menjalani proses hukum hingga menyelesaikan masa hukumannya, lahirlah Undang-Undang No. 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Babak baru dari reformasi hukum di Indonesia mulai disuarakan melalui konsep keadilan restoratif.

ISU POKOK SPPA

Munculnya UU No. 11 tahun 2012 tentang SPPA merupakan upaya pemerintah untuk merespon perlakuan bagi anak pelanggar hukum yang hak-haknya diabaikan. Dengan menggunakan konsep keadilan restoratif, upaya pemenuhan dan perlindungan hak anak yang berhadapan dengan hukum semestinya dapat diberikan.

Keadilan Restoratif merupakan pendekatan untuk memulihkan hubungan baik antara pelaku dengan korban kejahatan sehingga hubungan antara pelaku dan korban dapat kembali pulih dan bukan bersifat pembalasan. Keadilan restoratif memungkinkan proses pemulihan hubungan dengan melibatkan pihak-pihak terkait yang turut terdampak dari tindak pidana atau pelanggaran hukuman yang dilakukan anak. Sistem Peradilan Pidana Anak juga menghindarkan anak dari proses pembalasan dan pemenjaraan adalah alternatif hukum terakhir yang diberikan.


Proses pelibatan pihak-pihak terkait yang terdampak dari tindak pidana menjadi tantangan bagi aparat penegak hukum untuk melibatkan partisipasi mereka di dalam pengambilan keputusan dengan mengedepankan prinsip terbaik bagi anak. Proses musyawarah bersama antara APH, Pelaku, Korban, masyarakat yang terdampak dan memiliki andil untuk kontrol sosial anak nantinya turut hadir memberikan pendapat dalam mewarnai musyawarah tentu membutuhkan kompetensi dan keahlian para aparat penegak hukum agar musyawarah dapat berlangsung dengan baik dan hasil akhir adalah menghasilkan putusan yang mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak. Sehingga adanya upaya peningkatan kompetensi aparat penegak hukum mutlak dilakukan seiring dengan perubahan paradigma dalam menyelesaikan perkara tindak pidana yang dilakukan anak.

PERAN STRATEGIS TOT

Training of Trainer merupakan pelatihan yang dilakukan kepada calon fasilitator agar mampu mentransfer keahliannya secara cepat menjadi salah satu upaya strategis untuk meningkatkan kompetensi dan pemahaman terkait dengan penyelenggaraan sistem peradilan pidana bagi anak. Dengan Training of Trainer yang memberikan pembelajaran transfer ilmu serta dilakukan secara bersama-sama antar aparat penegak hukum memberikan ruang untuk menyatukan persepsi sehingga di lapangan dapat memberikan kontribusi terbaik sesuai peran masing-masing.

Menjadi seorang trainer tentu tidak bisa dilakukan dengan cara yang sembarangan. Ada begitu banyak kompetensi yang harus dimiliki karena menyangkut sikap profesionalitas sehingga penyelenggaraan Training of Trainer menjadi peran vital untuk membantu peningkatan kompetensi bagi calon trainer. Selain itu, penyelenggaraan Training of Trainer juga akan mampu meningkatkan rasa percaya diri pada trainer karena sudah tersertifikasi, memiliki bekal pengetahuan dalam memberikan pelatihan yang baik, benar, dan menarik kepada peserta.

 

KESIMPULAN DAN CATATAN PENUTUP

Lahirnya Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak menjadi sejarah baru reformasi hukum di Indonesia. Maka perlu upaya dalam peningkatan kompetensi para aparat penegak hukum agar cita-cita dalam undang-undang tersebut dapat terwujud demi kepentingan terbaik bagi anak. Program Training of Trainer menjadi sarana untuk meningkatkan pemahaman dan kompetensi bagi APH sehingga dapat menjalankan undang-undang tersebut dengan baik. Diharapkan dengan ToT para penegak hukum yang menjalani program tersebut dapat memberikan kontribusi penyaluran informasi yang seirama antar penegak hukum dan menjalankan peran masing-masing secara optimal demi terwujudnya Keadilan Restoratif yang mengedepankan prinsip kepentingan terbaik bagi anak.

Senin, 26 Desember 2022

JIKA FERDY SAMBO MASUK PENJARA

Proses persidangan yang menjerat seorang jenderal polisi Bernama Ferdy Sambo sudah menjadi konsumsi publik dan menjadi perbincangan di semua tingkat sosial masyarakat. Bapak-bapak ojek online yang nongkrong sambil menunggu pemesan sangat antusias menonton tayangan youtube yang menampilkan proses persidangan. Emak-emak arisan pun tidak akan mau terlewat setiap detik persidangan yang bagi mereka inilah sinetron yang nyata. Drama dari kehidupan nyata bukan karangan dari sutradara dengan cerita tembak-menembak ini. Semua tokoh punya gaya peran masing-masing yang membuat emosi penonton meletup-letup. Semua yang menyaksikan meskipun sebagai penonton yang tidak duduk di ruang sidang, turut larut merasakan apa yang diperankan oleh tokoh-tokoh di persidangan. Pada akhirnya, ketika nanti mendekati babak akhir persidangan, orang-orang mungkin akan bertanya, apa yang akan terjadi pada Ferdy Sambo jika alur ceritanya adalah benar terbukti bersalah.

Dakwaan Jaksa Terhadap Ferdy Sambo

Minggu, 21 September 2014

Meninggalkan Rumah


Aku Meninggalkan Rumah
Sejalan dengan sebuah cita 
Meninggalkan sanak dan saudara
Menjajal terjal kehidupan dalam dunia tak sama 
Aku meniggalkan rumah 
Kecilku hanya menapak air sepanjang naga 
Kini aku berdiri menjajal seluas samudera hindia 
Pergi ku tanpa ayah 
Terlepas tangan menintin jari jemarinya 
Aku berjalan tidak lagi menggantung lengan kerasnya 
Pergi ku tanpa ibu 
Terlepas nyanyian nina bobo terdengar di telinga 
Aku kini bersenandung dengan suara alam belantara 
Aku meninggalkan rumah 
Semua tak akan lagi sama 
selepas tapak meninggalkan ranah
Menjemput asa sepanjang lintasnya